Tampilkan postingan dengan label Wudhu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wudhu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

Hal-hal yang membatalkan wudhu


1.       Apa bila keluar sesuatu dari salahsatu kemaluan seperti angin dan lainnya, kecuali air mani.
2.       Hilang akal seperti tidur dan lain lain, kecuali tidur dalam keadaan duduk rapat bagian punggung dan pantatnya dengan tempat duduknya, sehingga yakin tidak keluar angin sewaktu tidur tersebut.
3.      Bersentuhan antara kulit laki–laki dengan kulit perempuan yang bukan muhrim baginya dan tidak ada penghalang antara dua kulit tersebut seperti kain dll.
”Mahram”: (orang yang haram dinikahi seperti saudara kandung).
 4.      Menyentuh kemaluan orang lain atau dirinya sendiri atau menyentuh tempat pelipis dubur (kerucut sekeliling) dengan telapak tangan atau telapak jarinya.
__________________
Syafinah An najah

Keutamaan Wudhu


  1. Bersuci merupakan sebagian dari iman,
  2. Orang yang berwudhu akan mendapatkan wajah yang bercahaya di akhirat kelak, sehingga Rasulullah SAW akan mengenali mereka sebagai umatnya,
  3.  Menggugurkan dosa-dosa kecil serta meninggikan derajat,
  4.  Menghapuskan kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh jasad,
  5.  Merupakan amal yang mendorong dibukanya pintu syurga

Referensi:

1
Abdurahman Al-jajri. Al Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah. Dar. Beirut: Al-Fiqr 
3. Asy-Syirozi. Muhadzab Fi Al-Fiqh Al-Imam Asy-Syafi'i. Beirut: Dar Al-Fiqr

Sunah Wudhu


1. Membaca Basmalah( بسم الله الرحمن الرحم )

Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa mengingat Allah swt. ketika wudhu, niscaya disucikan oleh  Allah swt. tubuhnya secara keseluruhan. Dan barang siapa yang tidak mengingat Allah swt. ketika wudhu, niscaya tidak disucikan oleh Allah swt. dari tubuhnya selain yang terkena air saja" (HR. Imam Daruquthni).

Dan ketika berwudhu, hendaklah memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk, yaitu dengan membacakan ta'awwud (
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم )

Syarat wudhu


1.     Islam
Selain orang islam tidak diwajibkan berwudhu, apabila non muslim mengerjakan wudhu sebagaimana yg dilakukan seorang muslim, maka baginya hanya mendapat manfaat yang sifatnya lahiriah saja, dan manfaatnya tidak sebaik orang mislim yg berwudhu.

 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit (sakit yg tidak boleh terkena air) atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan (bersetubuh), lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
(QS. Al Maa'idah : 6)

Wudhu

Arti  Wudhu

Wudhu menurut bahasa artinya bersih, indah, dan bagus
Menurut syara’, wudhu adalah membasuh, mengalirkan dan membersihkan dengan menggunakan air pada setiap bagian dari anggota-anggota wudhu untuk menghilangkan hadas kecil.

Wudu juga dapat diartikan aktivitas membasuh bagian tertentu yang ditetapkan oleh syara’ dari bagian2 anggota tubuh manusia dgn menggunakan air, sebagai persiapan bagi seorang muslim untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Adapun bagian bagian tubuh yg dimaksud adalah :

1.       Wajah/muka
2.        Kedua tangan
3.       Sebagian kepala/rambut
4.       Dan kedua kaki.

Wudhu’ disyari’atkan bukan hanya ketika kita hendak beribadah, bahkan juga disyari’atkan dalam seluruh kondisi. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan agar selalu berada dalam kondisi bersuci (wudhu’) sebagaimana yang dahulu yang dilazimi oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan para sahabatnya yang mulia. Mereka senantiasa berwudhu, baik dalam kondisi senang atau dalam kondisi susah dan kurang menyenangkan (seperti, saat musim hujan dan musim dingin). Kebiasaan berwudhu’ ini butuh kepada kesabaran tinggi, sebab kita terkadang terserang perasaan malas. Perasaan malas ini akan hilang –Insya Allah- saat kita mengetahui keutamaan wudhu’. 

______________________
1. Kitab Safinah An najah -Sheikh Abdullah bin Saad bin Sumair al-Hadhrami
2. Abdurahman Al-jajri. Al Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah. Dar. Beirut: Al-Fiqr 
3. Asy-Syirozi. Muhadzab Fi Al-Fiqh Al-Imam Asy-Syafi'i. Beirut: Dar Al-Fiqr