Tampilkan postingan dengan label Canda Sufi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Canda Sufi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Kamar Mandi di atas Menara


Suatu hari, Nashruddin henda ke kamar mandi. Lantaran suasana begitu hening dan sunyi, dia  mencoba bernyayi.
Ternyata, dia kagum dengan suaranya sendiri, sehingga dia berbicara sendiri bahwa seseorang tidak boleh kikir dengan kenikmatan suaranya yang indah untuk dapat dinikmati oleh saudarasaudaranya sesama muslim.

Setelah keluar dari kamar mandi, dia segera menuju masjid jami dan langsung naik ke atas menara. Kemudian dia melantunkan beberapa lagu pujian yang biasa dilantunkan pada saat azan zuhur. Orang-orang yang berada di sekitar masjid pun bingung dan terkejut, mendengar lantunan suara Nashruddin yang sangat sombong dan tak enak didengar.

Salah seorang di antara mereka memanggilnya dan berkata, "Hai bodoh, celaka kamu! Mengapa kamu mengejutkan banyak orang dengan lantunan suaramu yang sangat buruk itu dan bukan pada waktunya?"

Nashruddin pun menjawab dari atas menara,
"Wahai saudaraku, seandainya ada orang yang mau berbaik hati dan dermawan, kemudian dia membangunkan untukku sebuah kamar mandi di atas menara ini, tentu akan kuperdengarkan padamu suaraku yang indah dan lebih merdu ketimbang kicau burung gelatik."

__________________

Bintang di Negeri Kami seperti Bintang di Negeri Kalian


Suatu ketika, di sela-sela nasihatnya,
Nashruddin berkata, "Wahai kaum
muslimin, sesungguhnya cuaca di negeri kami
tidaklah berbeda sedikit pun dengan cuaca di
negeri ini." Orang-orang lalu bertanya
kepadanya, "Bagaimana Anda dapat membuktikannya?"
Dia menjawab, "Sesungguhnya
bentuk dan jumlah bintang yang ada di langit
negeri kalian serupa sekali dengan bentuk dan
jumlah bintang yang ada di langit negeri kami,
Ag Syahr. Oleh karena itu, cuacanya pun sama."
____________________
Nawadhir Juha al-Kubra
Karya Nashirudin

Seandainya Unta Bersayap


Suatu hari, Nashruddin berdiri di hadapan khalayak; memberikan petuah kepada mereka. 
Dia berujar," Wahai kaum muslimin, kalian hendaknya memanjatkan puja
dan puji ke hadirat Allah Swt, yang tidak menciptakan unta bersayap. 
Kalau saja unta itu memiliki sayap dan dapat terbang, tentu ia akan senang bertengger di atap rumah kalian, sehingga rumah itu runtuh dan menimpa kepala kalian."

______________________
Nawadhir Juha al-Kubra Karya Nashirudin

Yang Tahu Memberitahu Yang Tidak Tahu


 Suatu hari, Nashruddin Effendy berdiri di mimbar; di depan massa, untuk memberikan nasihat.

Dia berkata, "Tahukah kalian, apa yang akan saya katakan kepada
kalian?"
Orang-orang itu menjawab, "Tidak! Kami tidak tahu."
Kemudian Nashruddin berkata kepada mereka, "Baiklah, kalau kalian tidak tahu... Tidak ada gunanya berbicara dengan orang-orang yang tidak tahu."
Dia pun turun dan meninggalkan mereka.

Beberapa hari kemudian, dia kembali dan berbicara pada mereka dengan pertanyaan sama,
yang pernah dilontarkannya.
Dia berkata, "Tahukah kalian, apa yang akan saya katakana kepada kalian?" 
Mereka menjawab, "Ya, kami tahu."
Dia kemudian berkata, "Jika kalian sudah tahu apa yang akan saya sampaikan, saya tidak
perlu lagi mengatakannya." Lalu, dia pun pergi meninggalkan mereka.

Orang-orang itu pun kebingungan; apa yang seharusnya mereka katakan untuk menjawab
pertanyaan Nashruddin itu. Namun, mereka sepakat untuk pada kesempatan mendatang, jika Nashruddin melontarkan pertanyaaan serupa, sebagian di antara mereka akan menjawab ya dan sebagian lain akan menjawab tidak.

Beberapa hari kemudian, Nashruddin kembali ke tempat itu dan berkata, "Tahukah
kalian, apa yang akan saya katakan pada kalian?"
Jawaban mereka pun beragam; sebagian berkata,
"Ya, kami tahu," dan sebagian lagi mengatakan,
"Tidak, kami tidak tahu." 

Nashruddin berkata kepada mereka,
"Baik, sebagian di antara kalian sudah mengetahuinya dan sebagian lain tidak.
Karena itu, saya berharap, yang tahu beritahu yang tidak tahu."
Lalu dia pun pergi meninggalkan mereka.
________________________________
Nawadhir Juha al-Kubra Karya Nashirudin