Tampilkan postingan dengan label Syair Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair Islami. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Mei 2011

Cahaya


Indah bitang dilangit sejahteralah bumi
Nur kasih yang terpancar kebesaran cinta Mu
Disini kutemui cahaya Mu illahi membuka pintu hati
Kejalan kebenaran

Cahaya Mu penuh kemuliaan cahaya Mu penuh kasih dan sayang
Memimpin kami menjelang pagi..
Berbalas seri didalam ridha, mengajak hati ketaqwaan
Mengajak hati ketabahan mengukir hati yang kian rawan
Penawar jiwa yang berlarian

Biarpun mata terpejam kasih tetap dihati
Terukir peribadi segirang mata hari
Memancar hati sanubariku berseri menerangi

Tak terputs kalimah sekilasnya cahaya
segalanya kurangkul dari Mu ya Allah
memberi jalan yang diridhai oleh Mu
penyulut dimalam hari..

cahaya… cahaya… cahaya…

Biarpun mata terpejam kasih tetap dihati
Terukir peribadi segirang mata hari
Memancar hati sanubariku berseri menerangi
Tak terputs kalimah sekilasnya cahaya
segalanya kurangkul dari Mu ya Allah
memberi jalan yang diridhai oleh Mu
penyulut dimalam hari..

Indah bitang dilangit sejahteralah bumi
Nur kasih yang terpancar kebesaran cinta Mu
Disini kutemui cahaya Mu illahi membuka pintu hati
Kejalan kebenaran

Biarpun mata terpejam kasih tetap dihati
Terukir peribadi segirang mata hari
Memancar hati sanubariku berseri menerangi
Tak terputs kalimah sekilasnya cahaya
segalanya kurangkul dari Mu ya Allah
memberi jalan yang diridhai oleh Mu
penyulut dimalam hari..



  
By Brother
Nasyid group

Menjadi Khadijah


Aku ingin menjadi KHADIJAH
Menjalin agung sebuah cinta
Menafkahkan hartanya pada FISABILILLAH

Aku ingin sezuhud FATIMAH
Akur tanpa jelak setiap perintah

Aku mengagumi dan mahukan kejayaan
Gedung ilmu AISYAH

Aku ingin menyelami ketabahan SITI HAJAR
Mengedong puteranya yang masih merah
Dipadang pasir yang merekah

Bukannya wanita penggoda
Fitrah dari sejarah SITI ZULAIKHA

Pun jiwaku ingin sekudus RABIATUL ADAWIYAH
Tenggelam asyik dalam nikmat UBUDIYAH
Biar tersingkap segala hijab
Dua cinta takkan berpadu dalam satu hati

Lantas ku serah cinta suci ini pada satu perjuangan
Bagai cekalnya hati ZAINAB AL GHAZALI
Terluka tersiksa terhina terpenjara
Terkurung jasad dicelahan janji kaku
Teguh istiqamah menjunjung akidah dakwah
Demi Islam bukannya menyerah galang gantinya

Atau setidaknya aku impikan hidup semulia MARYAM JAMILAH
Berteman pena menongkah kepayahan
Ruh jihad perlu disemarakkan
Dan biarlah aku yang menyemarakkan obornya

Aduhai..meskipun aku hanyalah perawan
Yang jiwanya tak sekental ASMA
Belum teruji dengan deraian airmata ATIQAH
Tak mampu tersenyum bagai KHASA yang tabah..

Namun relalah aku…
Relalah aku menjadi sayap kiri perjuangan
Kan kuteguh menatang amanah ini
Mewarisi kegemilangannya
SRIKANDI UMMAH

Hanya kerana Islam merindui
Kemunculan peribadi mukminah
Muslimah mujahidah…
Yang rela mati dalam keunggulan iman
Terpanggang gagah bagai harumya pusara MASYITAH…
Jika Islam itu kan kudaulatkan…

Apabila Engkau Jujur


Apabila engkau Jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.

Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka
bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.
Tetapi tetaplah berbuat baik.

Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang.
Tetapi teruslah berbuat baik.

Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi tetaplah berbahagia.

Apa yang telah engkau bangun selama bertahun-tahun dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja.
Tetapi janganlah berhenti dan tetaplah membangun

Apabila sesuatu yg engkau perjuangkan itu belum mendapatkan hasil, biar apa kata orang, Tetapi janganlah berhenti tetaplah berjuang

Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang engkau lakukan.
Percayalah bahwa mata Allah Ta’alaa tertuju pada orang-orang jujur dan DIA melihat ketulusan hatimu.

Dzikir Seekor Cacing


Dalam dunia aku adalah seekor cacing tak bermakna
Yang melata dari lumpur ke lumpur
Peradaban jiwa, yang menggeliat
Di selokan-selokan kumuh kota, yang
Bahagia ketika pohon-pohon berbunga

Cobalah kau dengar dzikirku, menetes
Jadi madu dipucuk-pucuk akar pohon itu
Kucangkul tanah keras jadi gembur
Kurabuk ladang tanpa hara jadi subur
Kubimbing akar-akar pohonan
Menyusup sela-sela batu dan belukar
Mengisap sari madu kehidupan
Sedang aku cukup tumbuh
Dari daun-daun gugur

Di kota-kota padat beton dan baja
Aku jadi penghuni tak berharga
Tapi, kecipan ikan-ikan
Bernyaci atas kehadiranku
Ketika tubuh kurelakan
Lumat jadi santapan

Akulah si paling buruk rupa
Di antara kekasih dunia
Namun syukurku taktertahankan
Ketika dapat menyuburkan
Tanaman bunga di beranda.

Ibu


Tak terlukiskan perhatian mu
Sepanjang masa kasih sayang mu
Lelah kau menjaga namun tak resah
Doa dan ikhlas mu adalah ridha Alloh jua

Sedari kecil kau mengasuh ku
Air susu mu yang membentuk ku sebagai anak mu
Suka dan duka berulang masa
Engkaulah pelita dikala jiwa gelap gulita

Doa mu penerang sumapah mu mulia
Ikhlas dan ridha mu bagi anaknya
Jasa mu tak dapat dibalaskan harta
Meski lautan emas sebagai gantinya

Tak lekang bagai matahari
Menjejak dipusaran bumi...
Tak lekang bagai matahari
Menjejak dipusaran bumi...